Duh.., Benda Bersejarah Jambi Banyak di Tangan Kolektor
Benda-benda bersejarah dari Jambi diperkirakan banyak dibawa keluar daerah yang kini sebagian berada di tangan para kolektor.

"Saya sempat kaget saat melihat benda-benda bersejarah dari beberapa kabupaten dan kota di Jambi yang dimiliki para kolektor di Jakarta," kata Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin ketika meninjau fasilitas Gedung Museum Negeri Jambi, Senin.
Sebab itu, ia meminta pengelola Museum Negeri Jambi dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi agar memperketat pengawasan benda-benda peninggalan sejarah Jambi agar jangan dibawa keluar.
"Saya berharap jangan ada lagi benda-benda peninggalan sejarah Jambi di bawa keluar. Bagi masyarakat Jambi yang memiliki atau menyimpan benda-benda bersejarah agar menyerahkan ke Museum Negeri Jambi untuk menambah koleksi museum. Masyarakat yang menyerahkannya tetap akan mendapat ganti rugi," ujarnya.
Terkait dengan keberadaan Museum Negeri Jambi dinilai sangat penting untuk menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan masa lalu, sehingga perlu dibenahi secara bertahap.
Sebuah museum menunjukkan bagaimana sejarah terbentuk di suatu daerah atau negara dengan perjalanan panjang.
Karenanya, Pemprov Jambi pada 2009 telah mengalokasikan dana APBD sebesar Rp800 juta untuk membenahi secara bertahap Museum Negeri setempat.
"Kalau dilihat jumlah dana itu masih amat kecil dan jauh dari mencukupi, namun dana tersebut dimanfaatkan saja dulu, sekiranya kurang agar Kepala Museum Negeri Jambi segera melaporkan kepada saya untuk diusulkan nanti tambahan dana pada anggaran perubahan atau ABT (Anggaran Biaya Tambahan)," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Museum Negeri Jambi, Drs Bujang Hariyadi melaporkan, jumlah pengunjung ke museum tersebut baik masyarakat Jambi maupun dari luar daerah dari tahun ke tahun terjadi peningkatan.
Misalnya pada 2008 jumlah pengunjung mencapai sebanyak 31.778 orang atau melebihi target yang ditetapkan sebanyak 15.000 orang, demikian juga pada 2007 mencapai 16.452 orang dari target sebanyak 15.326 orang.
Pada 2008 jumlah pengunjung terbanyak pada Oktober, yakni mencapai 20.276 orang, karena saat itu Jambi menjadi tuan rumah penyelenggara Pameran Koleksi Muserum se-Sumatera.
Bujang menjelaskan, para pengunjung itu sebagian besar dari dalam negeri, disamping juga ada pengunjung dari beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Korea Selatan, Australia, dan Italia.
"Selama tahun 2008 jumlah pengunjung dari negara lain ke Museum Negeri Jambi tercatat sebanyak 45 orang," katanya.(ANT)
Sumber:
kompas.com





0 komentar:
Poskan Komentar